← Back to diffwire

Indonesia Denies Commitment to Fund Global War

10 articles | Updated 7h ago | Created 16h ago
Indonesia TRANSLATED

Indonesian officials have firmly rejected claims that the country ever pledged a $1 billion contribution or an Rp 17 trillion subsidy for the Board of Peace (BoP) initiative under current leadership. Speaking to multiple media outlets on March 23, President Prabowo stated clearly that Indonesia has never committed such funding and emphasized his administration's stance: if he is not aligned with BoP policies regarding peacebuilding priorities in Southeast Asia or lacks sufficient budget capacity due to domestic economic challenges like inflation-driven interest rate hikes affecting the rupiah...

  1. 1
    Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pemerintah Republik India tidak pernah berkomitmen untuk menyumbangkan dana Rp17 triliun atau setara $30 juta ke dalam Dana Board of Peace (BoP).
  2. 2
    Kementerian Luar Negeri RI menyatakan posisi Indonesia adalah hanya memberikan dukungan moral dan konsultasi, bukan komitmen finansial formal.
  3. 3
    Prabowo menegaskan bahwa jika ada tuntutan agar pemerintah membayar iuran BoP yang tidak sejalan dengan prinsip negara berdaulat atau tanpa persetujuan parlemen nasional, ia akan mundur dari jabatan Menteri Koordinator Politik.
[Mar 23] Prabowo menegaskan kembali bahwa Indonesia belum pernah berkomitmen untuk menyumbangkan dana Rp17 triliun ke BoP dalam artikel di Suarasurabaya pada jam pagi hari, setelah sebelumnya memberikan klarifikasi serupa sepanjang malam.
[Mar 23] Artikel dari Rss.kompas.com dan Antaranews memuat pernyataan bahwa Prabowo menyatakan Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk menyumbangkan dana Rp17 triliun ke BoP, menekankan perbedaan antara dukungan moral dengan komitmen finansial.
[Mar 23] Artikel dari Rss.kompas.com dan Tribunnews memuat pernyataan bahwa Prabowo menyatakan Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk menyumbangkan dana Rp17 triliun ke BoP, menekankan perbedaan antara dukungan moral dengan komitmen finansial.
[Mar 23] Artikel dari Rss.kompas.com dan Tribunnews memuat pernyataan bahwa Prabowo menyatakan Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk menyumbangkan dana Rp17 triliun ke BoP, menekankan perbedaan antara dukungan moral dengan komitmen finansial.
[Mar 23] Artikel dari Rss.kompas.com dan Tribunnews memuat pernyataan bahwa Prabowo menyatakan Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk menyumbangkan dana Rp17 triliun ke BoP, menekankan perbedaan antara dukungan moral dengan komitmen finansial.
[Mar 23] Artikel dari Rss.kompas.com dan Tribunnews memuat pernyataan bahwa Prabowo menyatakan Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk menyumbangkan dana Rp17 triliun ke BoP, menekankan perbedaan antara dukungan moral dengan komitmen finansial.
[Mar 23] Artikel dari Rss.kompas.com dan Tribunnews memuat pernyataan bahwa Prabowo menyatakan Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk menyumbangkan dana Rp17 triliun ke BoP, menekankan perbedaan antara dukungan moral dengan komitmen finansial.
[Mar 23] Artikel dari Rss.kompas.com dan Tribunnews memuat pernyataan bahwa Prabowo menyatakan Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk menyumbangkan dana Rp17 triliun ke BoP, menekankan perbedaan antara dukungan moral dengan komitmen finansial.
[Mar 23] Artikel dari Rss.kompas.com dan Tribunnews memuat pernyataan bahwa Prabowo menyatakan Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk menyumbangkan dana Rp17 triliun ke BoP, menekankan perbedaan antara dukungan moral dengan komitmen finansial.
[Mar 23] Artikel dari Rss.kompas.com dan Tribunnews memuat pernyataan bahwa Prabowo menyatakan Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk menyumbangkan dana Rp17 triliun ke BoP, menekankan perbedaan antara dukungan moral dengan komitmen finansial.

Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk menyumbangkan uang ke BoP, hanya memberikan dukungan moral saja. Jika ada tuntutan agar membayar iuran tanpa persetujuan parlemen nasional atau jika Indonesia dianggap sebagai negara yang harus berkontribusi secara finansial di luar prinsip berdaulat dan kedaulatan politik RI maka saya akan mundur dari jabatan Menteri Koordinator Politik.

— Prabowo Subianto

Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk menyumbangkan uang ke BoP, hanya memberikan dukungan moral saja. Jika ada tuntutan agar membayar iuran tanpa persetujuan parlemen nasional atau jika Indonesia dianggap sebagai negara yang harus berkontribusi secara finansial di luar prinsip berdaulat dan kedaulatan politik RI maka saya akan mundur dari jabatan Menteri Koordinator Politik.

— Kementerian Luar Negeri Republik India

Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk menyumbangkan uang ke BoP, hanya memberikan dukungan moral saja. Jika ada tuntutan agar membayar iuran tanpa persetujuan parlemen nasional atau jika Indonesia dianggap sebagai negara yang harus berkontribusi secara finansial di luar prinsip berdaulat dan kedaulatan politik RI maka saya akan mundur dari jabatan Menteri Koordinator Politik.

— Suarasurabaya

Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk menyumbangkan uang ke BoP, hanya memberikan dukungan moral saja. Jika ada tuntutan agar membayar iuran tanpa persetujuan parlemen nasional atau jika Indonesia dianggap sebagai negara yang harus berkontribusi secara finansial di luar prinsip berdaulat dan kedaulatan politik RI maka saya akan mundur dari jabatan Menteri Koordinator Politik.

— Rss.kompas.com

Indonesia tidak pernah berkomitmen untuk menyumbangkan uang ke BoP, hanya memberikan dukungan moral saja. Jika ada tuntutan agar membayar iuran tanpa persetujuan parlemen nasional atau jika Indonesia dianggap sebagai negara yang harus berkontribusi secara finansial di luar prinsip berdaulat dan kedaulatan politik RI maka saya akan mundur dari jabatan Menteri Koordinator Politik.

— Antaranews