← Back to diffwire
Subsidy fuel prices not set for increase despite oil hitting record highs, Menkumham says
12 articles |
Updated 5d ago |
Created Mar 09
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak berencana menaikkan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsi di tengah kenaikan harga minyak dunia yang telah menembus level US$100 per barel akibat konflik Timur Tengah, namun akan melakukan asesmen dan stress test terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Negara setiap sebulan ke depan. Ia meminta publik untuk tenang karena rata-rata perhitungan saat ini masih berada di bawah ambang batas 95 dolar AS sebelum mempertimbangkan langkah penyesuaian APBN yang mungkin berdampak pada tarif BBM subsidi atau minyak bakar gas (MBG).
Key Points
-
1Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM subsidi meskipun harga minyak dunia telah menembus US$100 per barel.
-
2Pemerintah sedang melakukan asesmen dan stress test terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk mengantisipasi skenario terburuk kenaikan biaya energi global.
-
3Kenaikan tarif bahan bakar bisa dipertimbangkan hanya jika harga minyak dunia terus melonjak secara signifikan di masa depan, bukan sebagai langkah segera.
Developments
[Mar 09]
Menteri Keuangan Purbaya menyatakan pemerintah belum berencana menaikkan BBM subsidi imbas kenaikan harga minyak yang menembus US$100 per barel dan akan melakukan evaluasi sebulan ke depan.
[Mar 08, 23:59]
Pemerintah membuka kemungkinan untuk mempertimbangkan penyesuaian tarif BBM hingga tingkat Otak-atik MBG sebagai respons terhadap tekanan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah.
Purbaya Pastikan Belum Ubah APBN Usai Harga Minyak Naik: Kita Masih Aman, Masih Kuat
Rss.kompas.com
5d ago